Salicylic Acid: Rekomendasi Kondisional, Bukan Andalan

Salicylic acid adalah bahan yang paling banyak dipasarkan untuk jerawat dan komedo di Indonesia. Di pedoman dermatologi 2024 ia mendapat rekomendasi kondisional, sementara benzoyl peroxide dan retinoid topikal mendapat rekomendasi kuat.

Diperbarui 11 Agustus 2026  ·  7 sumber, seluruhnya tinjauan sejawat  ·  Kadar yang diuji: 2 persen

Salicylic acid itu apa

Salicylic acid adalah beta hydroxy acid, sering disingkat BHA. Bedanya dari AHA seperti glycolic acid: salicylic acid lebih menyukai minyak, jadi ia bisa masuk ke lingkungan berminyak di dalam pori. Itu sebabnya ia dipakai untuk komedo, sementara AHA lebih dipakai untuk permukaan.

Bahan ini sudah dipakai untuk masalah kulit selama lebih dari dua ribu tahun, dan tinjauan modernnya memakainya terutama sebagai bahan peeling, dengan indikasi jerawat, melasma, kerusakan akibat matahari, dan bintik pigmen.

Apa kata pedoman 2024

Pedoman penanganan jerawat 2024 dari asosiasi dermatologi Amerika memakai metode GRADE, lalu menerbitkan 18 rekomendasi berbasis bukti. Rekomendasinya dibedakan antara kuat dan kondisional.

Kondisionalbukan kuatTingkat rekomendasi salicylic acid di pedoman jerawat 2024. Yang mendapat rekomendasi kuat: benzoyl peroxide, retinoid topikal, antibiotik topikal, dan doksisiklin oral. Salicylic acid masuk kelompok kondisional bersama clascoterone dan azelaic acid.

Ini penting karena tidak sesuai dengan cara bahan ini dijual. Di rak Indonesia, salicylic acid adalah bahan utama hampir semua produk komedo, sementara benzoyl peroxide dan retinoid jauh lebih jarang dipasarkan.

Rekomendasi kondisional bukan berarti tidak berguna. Artinya panel menilai keseimbangan manfaat, risiko, dan kepastian buktinya tidak cukup kuat untuk rekomendasi tegas.

Kalau Anda sudah memakai salicylic acid dan kulit Anda cocok, tidak ada alasan berhenti. Tapi kalau produk salicylic acid sudah berbulan-bulan tidak berhasil, bahan yang punya rekomendasi kuat adalah langkah berikutnya yang lebih masuk akal daripada mengganti merek salicylic acid.

Bukan keratolitik, tapi desmolitik

Hampir semua penjelasan salicylic acid, termasuk yang pernah kami tulis di halaman lain, menyebutnya keratolitik: bahan yang melarutkan keratin.

Tinjauan komprehensif tentang salicylic acid sebagai bahan peeling menyatakan gambaran itu sudah tidak tepat. Perannya kini dikenali sebagai desmolitik, yaitu memutus sambungan antar sel kulit, bukan memecah atau melarutkan serat keratin di antaranya.

Kenapa bedanya penting untuk Anda: kalau kerjanya melepas sambungan antar sel, hasilnya bergantung pada kontak yang cukup dan pemakaian yang teratur, bukan pada kekuatan yang membuat kulit terasa perih. Rasa perih bukan tanda bahannya sedang bekerja lebih keras.

Kadar 2 persen, dan yang lebih menentukan

Kadar yang dipakai di penelitian produk bebas hampir selalu 2 persen, dan itu juga batas yang lazim di produk kosmetik.

Tapi ada satu hal yang lebih menentukan daripada angka persen, dan hampir tidak pernah dibahas: berapa lama bahannya menempel di kulit.

Bentuk produkWaktu kontakKonsekuensinya
Facial washBeberapa puluh detik, lalu dibilasKadar 2 persen di pembersih tidak sebanding dengan 2 persen di produk yang menetap
Toner dan serumMenetap sampai dicuciIni bentuk yang dipakai di penelitian produk oles
Peeling di klinikMenetap beberapa menit, kadar jauh lebih tinggiWilayah tindakan, bukan perawatan harian

Jadi kalau Anda membandingkan dua produk 2 persen, yang menentukan bukan angkanya. Yang menentukan apakah produknya dibilas atau dibiarkan. Penjelasan lebih lengkap soal pembersih ada di panduan facial wash.

Satu hal yang tidak bisa Anda periksa: pH formulanya. Salicylic acid hanya aktif dalam proporsi tertentu tergantung keasaman produknya, dan hampir tidak ada produk yang mencantumkan pH di kemasan. Angka persen bisa Anda baca, pH tidak.

Uji yang sering dikutip, dan batasnya

Ada satu penelitian yang sering dipakai untuk menyatakan salicylic acid setara dengan obat jerawat yang lebih kuat. Perlu dibaca lengkap.

Penelitian itu membandingkan salicylic acid supramolekuler 2 persen dengan kombinasi benzoyl peroxide 5 persen dan adapalene 0,1 persen, dipakai di sisi wajah yang berbeda pada orang yang sama selama 28 hari. Hasil pengurangan lesinya memang mirip: 44,1 persen dibanding 45,6 persen untuk total lesi, tanpa perbedaan bermakna secara statistik.

Tiga batasnya perlu disebut. Pertama, pesertanya 31 orang. Kedua, penelitiannya label terbuka, artinya peserta dan peneliti tahu sisi mana yang mana. Ketiga, dan yang paling sering dilewatkan, bahan yang diuji adalah salicylic acid supramolekuler, yaitu formulasi yang dimodifikasi, bukan salicylic acid 2 persen biasa di produk yang Anda beli.

Jadi penelitian ini menarik, tapi tidak bisa dipakai untuk menyatakan produk salicylic acid 2 persen biasa setara dengan benzoyl peroxide dan adapalene.

Cocok untuk siapa

Salicylic acid masuk akal kalau masalah utama Anda komedo dan pori yang terasa kasar, kulit Anda cenderung berminyak, dan Anda memilih bentuk yang menetap di kulit.

Bahan lain lebih tepat dalam tiga keadaan. Kalau jerawatnya meradang dan bernanah, bahan dengan rekomendasi kuat lebih dulu. Kalau bruntusannya gatal dan ada di batas rambut atau punggung, kemungkinan itu jamur dan salicylic acid bukan jawabannya, seperti dijelaskan di halaman bruntusan. Kalau kulit Anda kering dan mudah perih, mulailah dari frekuensi rendah.

Urutan yang paling masuk akal: satu produk salicylic acid yang menetap, dipakai teratur, bukan tiga produk salicylic acid sekaligus di pembersih, toner, dan serum.

Menumpuk bahan yang sama di tiga langkah menambah iritasi tanpa menambah manfaat, dan iritasi meninggalkan bekas gelap. Lihat flek hitam.

Produk yang sudah kami periksa

Cara menghilangkan komedo

Tabel peringkat bukti tujuh pendekatan, plus daftar produk salicylic acid Indonesia dengan kadar dan nomor BPOM.

Facial wash Skintific

Tiga varian, surfaktannya, dan kenapa satu varian bukan pilihan harian.

Serum Glad2Glow

Termasuk varian Centella dengan salicylic acid 2 persen, dan satu yang dijual sebagai serum tapi dibilas.

Sunscreen Wardah

Satu varian UV Shield memuat salicylic acid, yang perlu diperhatikan kalau Anda sudah memakainya di langkah lain.

Panduan facial wash

pH kulit, iritasi surfaktan, dan berapa lama bahan aktif menempel di produk yang dibilas.

Panduan serum

Peringkat bukti seluruh bahan aktif, dan kenapa kadar di label tidak bisa diperiksa.

Halaman terkait

Niacinamide

Kadar yang diuji, cara kerjanya pada pigmen, dan mitos vitamin C.

Bruntusan

Empat penyebab, dan kenapa 28,8 persen kasus yang didiagnosis jerawat ternyata jamur.

Closed comedo

Komedo tertutup, kenapa lebih sulit hilang, dan siklus pergantian sel kulit.

Flek hitam

Bekas gelap setelah radang, dan kenapa jenisnya menentukan penanganannya.

Tentang halaman ini

Halaman ini disusun dari penelitian yang terbit di jurnal ilmiah. Setiap sumber di bawah bisa Anda buka dan periksa. Tingkat rekomendasi yang kami sebut dikutip langsung dari ringkasan pedomannya, bukan dari materi pemasaran produk.

Kami bukan dokter dan halaman ini bukan nasihat medis. Untuk jerawat yang meradang, bernanah, atau meninggalkan bekas, pemeriksaan langsung oleh dokter kulit tidak tergantikan.

Cara kami menilai produk dijelaskan di metode review. Hubungan komersial kami ada di disclosure afiliasi.

Sumber

  1. Reynolds RV, dkk. Guidelines of care for the management of acne vulgaris. Journal of the American Academy of Dermatology 2024;90(5):1006.e1-1006.e30. PMID 38300170. Rekomendasi kuat untuk benzoyl peroxide, retinoid topikal, antibiotik topikal, dan doksisiklin oral. Rekomendasi kondisional untuk clascoterone, salicylic acid, dan azelaic acid.
  2. Arif T. Salicylic acid as a peeling agent: a comprehensive review. Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology 2015;8:455-61. PMID 26347269. Perannya dikenali sebagai desmolitik, bukan keratolitik.
  3. Zheng Y, dkk. Efficacy and safety of 2% supramolecular salicylic acid compared with 5% benzoyl peroxide/0.1% adapalene in the acne treatment: a randomized, split-face, open-label, single-center study. Cutaneous and Ocular Toxicology 2019;38(1):48-54. PMID 30173582. 31 peserta, 28 hari.
  4. Chemical peels for acne vulgaris: a systematic review of randomised controlled trials. BMJ Open 2018. PMID 29705755.
  5. Comparison of a salicylic acid cleanser and a benzoyl peroxide cleanser. Clinical Therapeutics 1989. PMID 2525420. Uji silang lama, 30 pasien.
  6. Treatment of acne vulgaris with salicylic acid pads. Clinical Therapeutics 1992. PMID 1535287.
  7. Lambers H, dkk. Natural skin surface pH is on average below 5. International Journal of Cosmetic Science 2006. PMID 18489300. Konteks keasaman kulit.
Scroll to Top