Niacinamide: Manfaat yang Terbukti, Kadar, dan Mitosnya

Niacinamide adalah bentuk vitamin B3 yang dipakai di kosmetik. Dari semua bahan aktif yang beredar di Indonesia, ini salah satu yang buktinya paling rapi, dan sekaligus yang kadarnya paling sering dibesar-besarkan di kemasan.

Diperbarui 11 Agustus 2026  ·  8 sumber, seluruhnya tinjauan sejawat  ·  Kadar yang diuji: 2 sampai 5 persen

Grafik kadar niacinamide: penelitian memakai 2 persen dan 5 persen, sementara 10 persen yang paling sering dicetak di kemasan tidak punya uji yang menunjukkan hasil lebih baik
Kadar yang diuji penelitian, dibanding angka yang paling sering dicetak di kemasan.

Niacinamide itu apa

Niacinamide, disebut juga nicotinamide, adalah salah satu bentuk vitamin B3. Di kulit ia jadi bahan baku untuk dua molekul yang dipakai sel untuk urusan energi dan perbaikan.

Itu penjelasan biokimianya. Yang lebih berguna untuk Anda adalah apa yang terjadi setelah dioleskan, dan itu ada di bagian berikutnya.

Niacinamide berbeda dari niacin, meski keduanya vitamin B3. Niacin bisa menyebabkan kulit memerah dan panas. Niacinamide tidak. Kalau produk Anda menulis niacinamide, itu bentuk yang tidak menimbulkan efek tersebut.

Manfaat yang terbukti, diurutkan

Empat hal punya bukti yang layak disebut, dan kekuatannya tidak sama.

ManfaatBuktiKadar yang diujiCatatan
Memperbaiki lapisan pelindung kulitKuat2 persenNicotinamide meningkatkan pembentukan ceramide dan lipid lain di lapisan tanduk. Ini mekanisme yang terukur, bukan klaim pemasaran
Mengurangi pigmentasiSedang2 sampai 5 persenBekerja dengan menghambat perpindahan melanosom dari melanosit ke sel kulit, bukan dengan memutihkan. Diuji pada kulit wajah
Memperbaiki tampilan kulit menuaSedang5 persenUji acak tersamar ganda pada kulit wajah, 12 minggu
Mengurangi produksi minyakLemah2 persenHasilnya berbeda antar populasi pada penelitian yang sama, jadi jangan membeli untuk alasan ini saja
Menghilangkan jerawatTidak direkomendasikan–Pedoman jerawat 2024 tidak memberi rekomendasi untuk niacinamide. Lihat bagian di bawah

Perhatikan cara kerjanya untuk pigmentasi, karena ini yang paling sering disalahpahami. Niacinamide tidak memutihkan kulit. Ia menghambat perpindahan paket pigmen ke sel kulit permukaan, jadi pigmen yang sudah ada tetap ada dan yang berkurang adalah tambahan barunya.

Konsekuensi praktisnya: hasilnya bertahap, butuh berbulan-bulan, dan berhenti memakainya berarti prosesnya kembali seperti semula.

Cek kadar: angka di label versus kadar yang diuji Angka yang lebih besar di kemasan tidak berarti bukti yang lebih kuat

Bahan

Kadar yang tercetak di kemasan Anda

Di dalam kadar yang diuji

Uji untuk lapisan pelindung kulit dan uji untuk laju minyak memakai 2 persen. PMID 16766489.

Di dalam kadar yang diuji

Uji acak tersamar ganda untuk tanda penuaan kulit memakai 5 persen. PMID 16029679.

Di atas kadar yang diuji

Kami tidak menemukan uji yang menunjukkan di atas 5 persen memberi hasil lebih baik. Bukan berarti berbahaya, tapi angka yang lebih besar bukan alasan untuk memilih.

Di atas kadar yang diuji

Angka 10 persen adalah yang paling sering dicetak besar di kemasan Indonesia, dan justru yang paling tidak punya bukti tambahan. Sebagian orang juga melaporkan kulit lebih mudah bereaksi.

Ini kadar yang diuji untuk produk bebas

Uji produk oles yang kami temukan memakai 2 persen. PMID 30173582, PMID 2525420. Yang lebih menentukan daripada angkanya: apakah produknya dibilas atau dibiarkan menyerap.

Di atas kadar produk bebas

Di atas 2 persen keluar dari kisaran kosmetik yang lazim dan masuk wilayah peeling. Bukan perawatan harian.

Wilayah peeling, bukan perawatan harian

Kadar setinggi ini dipakai pada tindakan peeling, bukan pada produk pemakaian harian di rumah.

Wilayah tindakan klinik

Kadar ini bukan untuk pemakaian sendiri di rumah.

Di dalam kadar yang diuji

Tinjauan sistematis menemukan glutathione oles 0,5 persen lebih efektif dibanding 0,1 persen dan plasebo, dan losion oxidized glutathione 2 persen menurunkan indeks melanin. PMID 39444151, PMID 41416233.

Di atas kadar yang kami temukan diuji

Uji oles yang kami temukan berhenti di sekitar 2 persen. Di atas itu kami tidak menemukan datanya.

Di atas kadar yang diuji

Tidak ada uji oles yang kami temukan pada kadar setinggi ini. Data keamanan untuk glutathione oles juga masih terbatas.

Di atas kadar yang diuji

Tidak ada uji yang kami temukan. Perlu diingat bentuk suntik sama sekali tidak punya bukti efikasi.

Angka persen retinol tidak bisa dibaca begitu saja

Retinol kosmetik harus diubah kulit dua tahap sebelum bekerja, jadi persennya tidak sebanding dengan retinoid resep. Uji acak retinol kosmetik semuanya mengukur kerutan, bukan komedo.

Angka persen retinol tidak bisa dibaca begitu saja

Tidak ada angka konversi retinol ke tretinoin yang bisa dikutip dari uji klinis. Angka yang beredar berasal dari blog dan situs klinik.

Angka persen retinol tidak bisa dibaca begitu saja

Sebagai pembanding, retinoid resep diuji pada tretinoin 0,025 persen dan adapalene 0,1 persen, angka yang jauh lebih kecil tapi jauh lebih kuat. PMID 8609263.

Angka persen retinol tidak bisa dibaca begitu saja

Persen yang besar di produk retinol kosmetik tidak menjadikannya sebanding dengan retinoid resep, dan menaikkan risiko iritasi.

Setiap penilaian di atas diambil dari kadar yang dipakai penelitian yang kami kutip di halaman bahan masing-masing, bukan dari materi pemasaran produk. Kalau sebuah kadar tidak punya uji yang kami temukan, alat ini menyebutnya begitu, bukan menebak.

Soal kadar: 2, 5, dan 10 persen

Ini bagian yang paling berguna secara komersial, jadi kami tulis terpisah.

Penelitian yang jadi dasar hampir semua klaim niacinamide memakai kadar 2 sampai 5 persen. Uji untuk lapisan pelindung memakai 2 persen. Uji untuk tampilan kulit menua memakai 5 persen. Uji untuk minyak memakai 2 persen.

0uji yang kami temukanJumlah penelitian yang kami temukan yang menunjukkan niacinamide 10 persen memberi hasil lebih baik daripada 5 persen pada kulit. Angka 10 persen adalah yang paling sering dicetak besar di kemasan produk Indonesia.

Ini bukan berarti 10 persen berbahaya atau tidak bekerja. Artinya kadar di atas 5 persen tidak punya bukti tambahan yang kami temukan, dan sebagian orang melaporkan kulit terasa perih pada kadar tinggi.

Jadi kalau ada dua produk dengan harga sama, satu 5 persen dan satu 10 persen, angka yang lebih besar bukan alasan untuk memilih. Yang lebih menentukan adalah bahan lain di dalamnya dan apakah Anda memakainya rutin.

Mitos niacinamide membatalkan vitamin C

Anda mungkin pernah membaca bahwa niacinamide dan vitamin C tidak boleh dipakai bersama karena saling membatalkan. Asalnya ada, tapi tidak seperti yang beredar.

Penelitian tahun 1963 menunjukkan nicotinamide dan ascorbic acid memang berinteraksi dalam larutan. Kajian yang lebih baru memeriksa interaksi fotokimia keduanya. Keduanya penelitian tentang apa yang terjadi di dalam larutan, bukan tentang apa yang terjadi di kulit Anda.

Kondisi yang dibutuhkan untuk interaksi itu, yaitu kadar tinggi, suhu tinggi, dan waktu lama dalam bentuk cair, tidak menggambarkan dua produk yang dioleskan berurutan lalu menyerap.

Kami tidak menemukan uji pada manusia yang menunjukkan memakai niacinamide dan vitamin C bersama membuat salah satunya tidak bekerja. Kalau kulit Anda nyaman dengan keduanya, tidak ada alasan berbasis bukti untuk memisahkannya.

Untuk jerawat, apa kata pedoman

Niacinamide sering dijual sebagai bahan untuk jerawat. Pedoman penanganan jerawat 2024 dari asosiasi dermatologi Amerika tidak memberi rekomendasi untuk niacinamide.

Itu bukan berarti pedoman menyatakan niacinamide tidak berguna. Artinya buktinya belum cukup untuk masuk rekomendasi, sementara bahan lain seperti retinoid dan benzoyl peroxide masuk.

Kalau jerawat adalah masalah utama Anda, niacinamide bukan tempat memulai. Mulailah dari bahan yang ada di pedoman. Penjelasannya ada di cara menghilangkan komedo.

Niacinamide tetap masuk akal sebagai pendamping, terutama karena efeknya pada lapisan pelindung, yang sering rusak justru akibat obat jerawat.

Cara memilih produknya

Tiga hal, urutannya begini.

Pertama, jangan memilih berdasarkan angka persen di depan kemasan. Rentang yang diuji 2 sampai 5 persen, dan di atas itu tidak ada bukti tambahan.

Kedua, pilih bentuk produk yang Anda pakai rutin. Niacinamide ada di pembersih, pelembap, dan serum. Yang di pembersih ikut terbilas, jadi kalau ini bahan yang Anda cari, pilih produk yang menetap di kulit.

Ketiga, kalau tujuan Anda pigmentasi, pasangkan dengan perlindungan matahari. Menghambat pigmen baru sementara terus menambah pemicunya adalah pekerjaan yang saling membatalkan. Lihat panduan sunscreen.

Produk yang sudah kami periksa

Produk berikut memuat niacinamide dan sudah kami baca daftar bahannya, lengkap dengan harga dan nomor BPOM.

Serum Glad2Glow

Termasuk varian Pomegranate dengan niacinamide 10 persen. Enam varian dibandingkan, dan satu yang dijual sebagai serum ternyata dibilas.

Serum Hanasui

Sepuluh varian dengan kadar bahan aktif dan harga per ml, termasuk varian berniacinamide.

Facial wash Skintific

Termasuk varian Niacinamide Brightening, dan kenapa niacinamide di pembersih punya batas.

Moisturizer Emina

Versi reformulasi dengan niacinamide 4 persen, dan kenapa ulasan lamanya sudah tidak berlaku.

Glad2Glow moisturizer dan facial wash

Semua varian di bawah Rp50.000, dengan kadar yang tercantum di kemasan.

Panduan serum

Peringkat bukti seluruh bahan aktif, dan kenapa kadar di label tidak bisa diperiksa.

Halaman terkait

Flek hitam

Melasma, bekas jerawat, dan bintik matahari dibedakan, dengan peringkat bukti tiap cara dan temuan soal sunscreen bertint.

Panduan serum

Kenapa kata serum tidak punya definisi resmi, dan peringkat bukti tiap bahan aktif.

Panduan pelembap

Occlusive, humectant, dan emolien, serta klaim ceramide yang tidak terbukti.

Panduan facial wash

pH kulit dan peringkat iritasi surfaktan, termasuk kenapa bahan aktif di pembersih terbatas.

Panduan body serum

Kenapa bahan yang diuji di wajah tidak otomatis bekerja sama di kulit badan.

Tentang halaman ini

Halaman ini disusun dari penelitian yang terbit di jurnal ilmiah. Setiap sumber di bawah bisa Anda buka dan periksa. Kadar yang kami sebut adalah kadar yang dipakai di penelitiannya, bukan kadar yang diklaim produsen.

Kami bukan dokter dan halaman ini bukan nasihat medis. Untuk jerawat yang meradang, pigmentasi yang berubah cepat, atau kulit yang bereaksi keras, pemeriksaan langsung oleh dokter kulit tidak tergantikan.

Cara kami menilai produk dijelaskan di metode review. Hubungan komersial kami ada di disclosure afiliasi.

Sumber

  1. Hakozaki T, dkk. The effect of niacinamide on reducing cutaneous pigmentation and suppression of melanosome transfer. British Journal of Dermatology 2002. PMID 12100180. Dasar mekanisme untuk klaim pigmentasi.
  2. Tanno O, dkk. Nicotinamide increases biosynthesis of ceramides as well as other stratum corneum lipids to improve the epidermal permeability barrier. British Journal of Dermatology 2000. PMID 10971324. Memakai kadar 2 persen.
  3. Bissett DL, dkk. Niacinamide: a B vitamin that improves aging facial skin appearance. Dermatologic Surgery 2005. PMID 16029679. Uji acak tersamar ganda, kadar 5 persen.
  4. Draelos ZD, dkk. The effect of 2% niacinamide on facial sebum production. Journal of Cosmetic and Laser Therapy 2006. PMID 16766489. Hasil berbeda antar populasi dalam penelitian yang sama.
  5. Guidelines of care for the management of acne vulgaris. Journal of the American Academy of Dermatology 2024. PMID 38300170. Tidak memberi rekomendasi untuk niacinamide.
  6. Guttman DE, Brooke D. Solution-phase interaction of nicotinamide with ascorbic acid. Journal of Pharmaceutical Sciences 1963. doi:10.1002/jps.2600521006. Penelitian dalam larutan, bukan pada kulit.
  7. Photochemical interaction of ascorbic acid and nicotinamide: a kinetic study. Journal of Photochemistry and Photobiology B 2018. PMID 29660587.
  8. Dermal delivery of niacinamide: in vivo studies and penetration enhancers. Pharmaceutics 2021. doi:10.3390/pharmaceutics13050726.
Scroll to Top