Komedo

Komedo adalah folikel yang tersumbat keratin dan sebum. Halaman ini menjelaskan jenisnya, penyebabnya, dan mengarahkan ke panduan penanganan yang sesuai, semuanya dengan sumber yang bisa diperiksa.

Diperbarui 29 Juli 2026  ·  Berbasis pedoman AAD 2024

Tiga panduan komedo kami

Cara menghilangkan komedo

Tabel peringkat bukti untuk retinoid, BHA, azelaic acid, dan niacinamide menurut pedoman AAD 2024, plus daftar produk Indonesia dengan harga dan nomor BPOM.

Closed comedo

Komedo tertutup lebih sulit ditangani, dan sekitar sepertiga kasus yang tampak seperti jerawat sebenarnya melibatkan jamur. Cara membedakannya.

Komedo di hidung

Sebagian besar titik di hidung bukan komedo, tapi sebaceous filament, struktur normal yang tidak bisa dihilangkan. Ini mengubah cara menanganinya.

Jenis komedo

JenisSebutan umumCiriBisa dikeluarkan?
Komedo terbukaKomedo hitam, blackheadFolikel melebar, lubang terbuka, ujung menggelapIsinya bisa keluar lewat lubang yang ada
Komedo tertutupKomedo putih, closed comedoBenjolan sewarna kulit, tanpa peradangan, lubang tertutupTidak, tanpa lubang dibuka lebih dulu
MikrokomedoBelum terlihatTahap awal, di bawah lapisan tandukTidak, tidak terjangkau dari permukaan

Isi ketiganya sama: keratin padat, sebum, dan bakteri. Yang membedakan hanya apakah muara folikelnya terbuka, tertutup, atau lesinya belum cukup besar untuk terlihat.

Penyebab komedo

Menurut literatur dermatologi, dua mekanisme utamanya adalah penebalan berlebihan lapisan tanduk di dalam saluran folikel dan peningkatan produksi sebum. Bakteri C. acnes ikut berperan. Jumlah dan ukuran mikrokomedo berkorelasi dengan tingkat keparahan jerawat.

Komedo adalah lesi khas jerawat vulgaris. Komedo tanpa peradangan disebut jerawat komedonal, yang merupakan bentuk jerawat vulgaris, bukan penyakit terpisah.

Dua hal yang paling sering salah dipahami

Melaninbukan kotoranWarna gelap komedo berasal dari granula melanin di dalam sel tanduk, dipastikan penelitian histokimia di British Journal of Dermatology tahun 1970. Intensitasnya mengikuti warna kulit alami seseorang, dan tidak ada pada komedo penderita albinisme.

Karena pigmennya berada di dalam sel, menggosok permukaan kulit tidak mengangkatnya. American Academy of Dermatology menyatakan hal ini secara langsung dan menyarankan tidak menggosok karena hanya memperburuk kondisi.

Hal kedua: sebagian besar titik di hidung bukan komedo. Sebaceous filament adalah anatomi normal, terdapat pada kulit sehat, dan tidak bisa dihilangkan. Membedakan keduanya menentukan apakah usaha Anda masuk akal atau sia-sia. Penjelasannya di halaman komedo di hidung.

Ringkasan yang terbukti dan tidak

PendekatanStatus bukti
Retinoid topikal (resep di Indonesia)Rekomendasi kuat, pedoman AAD 2024
Benzoyl peroxideRekomendasi kuat, tapi Cochrane menilai kepastian bukti rendah
Azelaic acidKondisional, kualitas bukti sedang
Salicylic acid (BHA)Kondisional, kualitas bukti rendah
NiacinamideTidak ada dalam pedoman, tidak ada data jumlah komedo
Plester poriTidak ada uji klinis
Alat penyedot komedoTidak ada penelitian terbit. Dua sumber medis Indonesia tidak menyarankannya
Memencet sendiriAAD: risiko jaringan parut permanen dan infeksi

Rincian tiap baris, termasuk angka dari uji klinis dan daftar produk yang dijual di Indonesia, ada di panduan cara menghilangkan komedo.

Halaman ini rangkuman literatur dan informasi produk, bukan nasihat medis. Untuk jerawat yang meradang, komedo yang tidak membaik setelah dua sampai tiga bulan, atau benjolan gatal yang seragam tanpa komedo, temui dokter kulit.

Scroll to Top