Retinol dan retinoid resep bukan bahan yang sama, walau sering dijual seolah setara. Yang satu dijual bebas dan butuh tiga tahap konversi di kulit sebelum bekerja. Yang lain adalah obat resep dengan data uji klinis langsung.
Isi halaman
- Retinol dan retinoid resep, bedanya
- Urutan kekuatan, dan angka yang tidak bisa kami pakai
- Untuk kerutan: buktinya sebanding
- Untuk komedo: retinoid menang, retinol belum terbukti
- Tiga retinoid resep di Indonesia
- Purging, dan kenapa dua minggu terlalu cepat menilai
- Cocok untuk siapa
- Produk yang sudah kami periksa
Retinol dan retinoid resep, bedanya
Retinoid adalah nama keluarga untuk seluruh turunan vitamin A: retinol, retinaldehyde, tretinoin, adapalene, tazarotene, dan beberapa lainnya. Retinol kosmetik dan retinoid resep sama-sama masuk keluarga ini, tapi kekuatannya jauh berbeda.
Retinol kosmetik harus diubah oleh kulit menjadi retinaldehyde, lalu menjadi retinoic acid, sebelum ia benar-benar bekerja. Tahap konversi kedua itulah yang membatasi lajunya. Retinoid resep seperti tretinoin sudah dalam bentuk retinoic acid, jadi tidak perlu tahap konversi.
Urutan kekuatan, dan angka yang tidak bisa kami pakai
Urutan kekuatannya: retinoic acid lebih kuat dari retinaldehyde, yang lebih kuat dari retinol, yang jauh lebih kuat dari retinyl ester. Toleransinya berbanding terbalik dengan kekuatan.
Angka yang sering diulang di internet, bahwa retinol sekitar sepuluh kali lebih lemah daripada tretinoin, berasal dari blog dan situs klinik, bukan dari uji yang bisa dikutip. Kami tidak akan mencantumkan angka konversi yang tidak punya sumber.
Untuk kerutan: buktinya sebanding
Untuk tujuan anti-penuaan, beberapa uji acak membandingkan retinol kosmetik dengan tretinoin 0,025 persen dan menemukan perbaikan yang sebanding.
Salah satu uji acak tersamar ganda membandingkan tri-retinol 1,1 persen dengan tretinoin 0,025 persen langsung, dan hasilnya sebanding untuk perbaikan tanda penuaan.
Untuk komedo: retinoid menang, retinol belum terbukti
Ini bagian yang paling sering disamarkan pemasaran: bukti kerutan tidak sama dengan bukti komedo.
Uji klinis pada 323 pasien selama 12 minggu mencatat penurunan komedo (lesi non-inflamasi) sebesar 46 persen untuk adapalene 0,1 persen dan 33 persen untuk tretinoin 0,025 persen, beda yang bermakna secara statistik. Adapalene juga lebih baik ditoleransi.
Kami tidak menemukan satu pun uji acak yang membandingkan retinol kosmetik dengan adapalene atau tretinoin pada jumlah komedo. Semua uji acak retinol kosmetik yang kami temukan mengukur kerutan, bukan komedo. Jadi kalau tujuan Anda komedo, kesetaraan retinol dengan retinoid resep belum terbukti. Kami tidak bisa mengatakan retinol tidak berguna untuk komedo. Kami bisa mengatakan buktinya belum ada.
Untuk peringkat bukti lengkap seluruh pendekatan komedo, lihat panduan komedo kami.
Tiga retinoid resep di Indonesia
Tretinoin, adapalene, dan tazarotene di Indonesia termasuk obat resep. Itu bukan hambatan birokrasi semata.
Retinoid resep punya kekuatan dan risiko iritasi yang lebih tinggi daripada retinol kosmetik, dan pemakaiannya perlu disesuaikan dengan kondisi kulit yang hanya bisa dinilai langsung. Pedoman AAD 2024 sendiri menyebut iritasi akibat retinoid, yang lebih sering terjadi pada konsentrasi tinggi, bisa dikurangi dengan menurunkan frekuensi pemakaian, bukan dengan berhenti total.
Purging, dan kenapa dua minggu terlalu cepat menilai
Retinoid dalam uji klinis diukur hasilnya pada 12 minggu, bukan 2 minggu. Menilai hasilnya terlalu cepat adalah kesalahan yang paling sering terjadi.
Kalau bruntusan atau jerawat kecil muncul setelah memulai retinoid atau exfoliant, orang biasanya menyebutnya purging. Penjelasan lengkap soal istilah ini, dan kenapa istilahnya sering dipakai lebih luas dari yang seharusnya, ada di halaman bruntusan.
Cocok untuk siapa
Retinol kosmetik masuk akal kalau tujuan Anda tanda penuaan dan tekstur kulit, dan Anda memulai dari konsentrasi rendah dengan frekuensi bertahap.
Kalau tujuan utama Anda komedo, retinoid resep punya data yang jauh lebih kuat, dan itu berarti konsultasi ke dokter kulit, bukan mencoba serum retinol keempat. Untuk jerawat yang meradang, kehamilan, atau kulit yang terus bereaksi, temui dokter kulit terlebih dulu. Retinoid, dalam bentuk apa pun, tidak dianjurkan selama kehamilan.
Produk yang sudah kami periksa
Panduan serum
Peringkat bukti seluruh bahan aktif, termasuk kejujuran soal penelitian yang ditulis peneliti dari perusahaan penjual bahannya.
Serum Glad2Glow
Termasuk Peach Retinol Serum, dan klaim kadar retinoid 0,5 persen yang tidak bisa kami verifikasi.
Serum Hanasui
Dua serum retinol yang beredar bersamaan dengan klaim hampir sama.
Cara menghilangkan komedo
Tabel peringkat bukti retinoid, BHA, azelaic acid, dan niacinamide menurut pedoman AAD 2024.
Halaman terkait
Bruntusan
Purging, folikulitis Malassezia, dan kenapa gatal adalah pembedanya.
Urutan skincare
Kenapa retinol dipakai malam hari, dan kombinasi yang sebaiknya dipisah.
Closed comedo
Kenapa closed comedo lebih sulit hilang dibanding komedo terbuka.
Halaman ini disusun dari penelitian yang terbit di jurnal ilmiah. Setiap sumber di bawah bisa Anda buka dan periksa.
Kami bukan dokter dan halaman ini bukan nasihat medis. Untuk jerawat yang meradang, kehamilan, atau kulit yang terus bereaksi, konsultasi dengan dokter kulit tidak tergantikan.
Cara kami menilai produk dijelaskan di metode review. Hubungan komersial kami ada di disclosure afiliasi.
Sumber
- Reynolds RV, dkk. Guidelines of care for the management of acne vulgaris. Journal of the American Academy of Dermatology 2024;90(5):1006.e1-1006.e30. PMID 38300170. Rekomendasi kuat untuk retinoid topikal.
- Shalita A, dkk. A comparison of the efficacy and safety of adapalene gel 0.1% and tretinoin gel 0.025% in the treatment of acne vulgaris: a multicenter trial. Journal of the American Academy of Dermatology 1996;34(3):482-5. PMID 8609263. 323 pasien, 12 minggu; adapalene 46% vs tretinoin 33% pada lesi non-inflamasi, p=0,02.
- Tri-retinol 1,1% dibanding tretinoin 0,025%, uji acak tersamar ganda. Journal of Drugs in Dermatology 2012. PMID 22206079.
- Meta-analisis jaringan 23 uji acak intervensi topikal pada photoaging. Scientific Reports 2025. doi 10.1038/s41598-025-12597-0.
