Bruntusan di Dagu: Benarkah Selalu Soal Hormon?

Bruntusan di dagu hampir selalu dijelaskan dengan satu kata: hormon. Anggapan itu tidak salah, tapi juga tidak selengkap yang beredar. Anggapan bahwa jerawat dewasa hanya muncul di sepertiga bawah wajah justru sudah dipertanyakan penelitian terbaru.

Diperbarui 10 September 2026  ·  4 sumber, seluruhnya tinjauan sejawat  ·  Penanda yang lebih berguna: pola haid, bukan lokasi

Benarkah dagu berarti hormon

Ada dasar untuk mengaitkan jerawat dewasa dengan hormon. Faktor genetik dan hormon memang berkontribusi, dan penanganannya sering perlu bertahun-tahun. Tapi klaim yang lebih spesifik, bahwa lokasi di dagu dan rahang membuktikan penyebab hormonal, lebih lemah daripada yang biasa disampaikan.

Tinjauan tentang jerawat perempuan dewasa menyatakan langsung bahwa anggapan lama tentang jerawat dewasa yang muncul di sepertiga bawah wajah sudah dipertanyakan oleh data terbaru. Jadi lokasi di dagu bukan bukti pasti penyebab hormonal.

Apa kata datanya

Satu penelitian pada 208 perempuan dewasa dengan jerawat mengukur lokasinya secara langsung, dan hasilnya berbeda dari anggapan populer.

87% vs 81,7%pipi dibanding area sekitar mulutLokasi jerawat pada 208 perempuan dewasa: paling sering di kedua pipi (87 persen), lalu area sekitar mulut termasuk dagu (81,7 persen). Dagu memang sering terlibat, tapi bukan satu-satunya. PMID 34423850

Yang justru lebih berguna daripada lokasi adalah polanya terhadap waktu. Pada penelitian yang sama, pemicu yang paling sering adalah menjelang haid, 72,6 persen, dan stres, 53,8 persen.

Artinya penanda hormonal yang bisa Anda amati sendiri bukan letaknya di dagu, tapi apakah bruntusan itu memburuk menjelang haid dan mereda setelahnya. Pola waktu itu lebih menunjuk ke hormon daripada sekadar lokasinya.

Kapan ini soal PCOS

Ini bagian yang paling penting dan paling jarang dibahas di artikel bruntusan biasa.

48,1%disertai PCOSDari 208 perempuan dewasa dengan jerawat pada penelitian itu, hampir separuh ternyata mengalami sindrom ovarium polikistik (PCOS). PMID 34423850

Yang dikaitkan dengan PCOS pada penelitian itu bukan bulu berlebih atau kebotakan pola, melainkan usia lebih muda, jerawat yang memburuk menjelang haid, dan haid yang tidak teratur.

Jadi kalau bruntusan di dagu Anda datang bersama haid yang tidak teratur, itu bukan sesuatu yang diselesaikan dengan mengganti skincare. Itu alasan untuk memeriksakan diri, karena PCOS adalah kondisi medis yang perlu penanganan dokter, bukan produk perawatan kulit.

Cara menanganinya

Untuk sisi kulitnya, pendekatannya sama dengan jerawat pada umumnya, dan bukan hal yang berbeda hanya karena letaknya di dagu.

PendekatanStatusCatatan
Retinoid topikalRekomendasi kuat, pedoman 2024Resep di Indonesia. Lihat halaman retinol
Benzoyl peroxideRekomendasi kuatUntuk jerawat meradang
Terapi hormonalWilayah dokterPil kombinasi dan spironolakton ada di pedoman, tapi butuh resep dan pemeriksaan
Ganti-ganti skincareBukan solusiMenumpuk produk menambah iritasi, dan iritasi meninggalkan bekas gelap

Langkah yang masuk akal: kalau tidak ada tanda haid tidak teratur, mulai dari satu rutinitas sederhana dengan bahan yang punya rekomendasi kuat, dan beri waktu. Jerawat diukur pada 12 minggu, bukan semalam.

Kalau ada haid tidak teratur atau bruntusan yang jelas mengikuti siklus, bawa itu ke dokter. Terapi hormonal yang terbukti butuh resep, dan bagian PCOS-nya bukan urusan kosmetik.

Kapan harus ke dokter

Temui dokter kulit atau dokter kandungan kalau bruntusan di dagu Anda disertai salah satu dari ini: haid yang tidak teratur, jerawat yang memburuk jelas menjelang haid setiap bulan, atau jerawat yang tidak membaik setelah beberapa bulan dengan bahan yang tepat.

Kalau bruntusannya justru gatal dan lebih ke arah dahi atau batas rambut, kemungkinannya berbeda, dan itu dibahas di halaman bruntusan di jidat.

Halaman terkait

Bruntusan di jidat

Kalau letaknya di dahi dan gatal, kemungkinan folikulitis jamur, bukan hormon.

Bruntusan

Empat penyebab dan peringkat bukti tiap pendekatan.

Retinol

Kelas dengan rekomendasi kuat, dan bedanya retinol kosmetik dari retinoid resep.

Komedo

Kalau ternyata komedo biasa, ini jalurnya.

Tentang halaman ini

Halaman ini tidak mengulang anggapan populer bahwa lokasi di dagu membuktikan penyebab hormonal, karena penelitian terbaru justru mempertanyakannya. Yang kami sampaikan diambil dari penelitian yang bisa Anda periksa di bawah.

Kami bukan dokter dan halaman ini bukan nasihat medis. PCOS dan terapi hormonal adalah wilayah dokter, dan haid tidak teratur yang disertai jerawat perlu diperiksa langsung.

Cara kami menilai produk dijelaskan di metode review. Hubungan komersial kami ada di disclosure afiliasi.

Sumber

  1. Chanyachailert P, dkk. Adult female acne: clinical characteristics and factors significantly associated with polycystic ovary syndrome. Australasian Journal of Dermatology 2021;62(4):e532-e538. PMID 34423850. 208 pasien; jerawat paling sering di kedua pipi (87 persen) dan area sekitar mulut (81,7 persen); pemicu menjelang haid 72,6 persen; PCOS pada 48,1 persen.
  2. Zeichner JA, dkk. Emerging issues in adult female acne. Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology 2017;10(1):37-46. PMID 28210380. Anggapan lama tentang jerawat dewasa di sepertiga bawah wajah sudah dipertanyakan.
  3. Bagatin E, dkk. Adult female acne: a guide to clinical practice. Anais Brasileiros de Dermatologia 2019;94(1):62-75. PMID 30726466. Faktor genetik dan hormonal berkontribusi; penanganan sering perlu bertahun-tahun.
  4. Reynolds RV, dkk. Guidelines of care for the management of acne vulgaris. Journal of the American Academy of Dermatology 2024;90(5). PMID 38300170. Retinoid topikal mendapat rekomendasi kuat.
Scroll to Top